Indoberita.co-Raqqa, ibu kota kekhalifahan zona Islam Irak & Suriah (ISIS) cukup jauh dari Ibu Kota Brussels, Belgia, tempat Abdul Hamid Abu Aud dilahirkan dari keluarga imigran asal Maroko 28 tahun kemudian. Sebutan aslinya belom terdengar hingga kemarin kepolisian Prancis menuduh dia selaku otak pelaku penyerangan di Ibu Kota Paris, Prancis yang menewaskan 129 orang dan melukai 352 lainnya.
Pejabat Prancis yang enggan diketahui namanya mengatakan kepada koran the New York Times, Abu Aud sebelumnya pernah mengucapkan agenda menyerang satubuah gedung konser kepada warga Prancis yang baru kembali dari Suriah. Pejabat itu juga menyebutkan Abu Aud pernah berkomunikasi dengan Umar Ismail Mustafa, salah seorang pengebom bunuh diri di gedung Konser Bataclan, Paris, tempat 89 orang tewas.
Dalam wawancara tahun ini Abu Aud pernah menegaskan soal perang melawan teror dari kaum salibis (Barat) terhadap muslim.
Di media umum dia dibilang dengan Abu Umar al-Belgiki, merujuk negara asal dia dilahirkan.
Abu Aud dilaporkan bergabung dengan ISIS pada 2013 bersama anak muda Belgia lainnya buat menggulingkan Presiden Suriah Basyar al-Assad. Pada akhir tahun 2013 dia kembali ke Belgia melalui Yunani, seolah-olah dilansir koran the Guardian, Selasa (17per11).
Pada Maret 2014 dia nongol dalam sebuah video memperlihatkan satubuah truk buntung menyeret empat jenazah buat dibawa ke kuburan massal.
"Dalam hidup ini, aku telah melihat darah muslim mengalir. Saya berdoa moga-moga Allah mematahkan perlawanan kaum penentang-Nya, termasuk tentara, para pengikut, dan akhirnya membasmi mereka semua."
Abu Aud muda kuliah di kampus bergengsi Saint-Pierre d'Uccle, di kawasan golongan atas Brussels. Dia dibesarkan di lingkungan Molenbeek bersama lima saudaranya.
Menurut media Belgia, dia meninggalkan Brussels atas Januari tahun ini setelah jaringan teroris di sebelah timur Kota Vervier digerebek polisi. Dua rekannya, Abu Zubair & Abu Khalid, kedua warga Belgia, dibasmi polisi dalam penggerebekan itu.
"Demi yang kuasa, buat apa dia pengen membasmi orang Belgia yang tak berdosa?" ujar Umar, Ayah Abu Aud pada saat itu.
Pejabat berwenang Prancis juga mengaitkan namanya pada dua serangan teror sebelumnya, serangan di kereta Paris yang digagalkan oleh tiga warga AS Agustus maka & serangan atas sebuah gereja di Villejuif, Paris, April kemudian.
Dalam majalah buatan ISIS Dabiq, yang memuat foto dia sedang tersenyum, Abu Aud sesumba dia berdiam-berdiam sudah kembali ke Belgia untuk memimpin jaringan Verviers dan maka kabur lagi ke Suriah.
"saya sempat diperiksa oleh seorang polisi yang ingin membandingkan muka aku dengan di gambar, tapi dia kemudian melepaskan aku sebab kagak melihat kemiripan!"
dikala ditanya mengapa dia jadi tersangka, Abu Aud mengatakan: "Intelijen mengenali saya karena saya pernah dipenjara. Setelah penggerebekan itu mereka menyadari hal itu saya berkomplot dengan dua saudara itu dan kami tengah merencanakan penyerangan. Mereka mengerahkan intelijen dari seluruh penjuru dunia--dari Eropa dan united states--untuk menangkap aku."
Abu Aud divonis penjara 20 tahun oleh pengadilan Belgia pada Juli lantas sebab merekrut orang buat bergabung dengan ISIS di Suriah. Dia yakni satu dari beberapa dari 32 orang yang didakwa mengelola jaringan perekrutan jihadis terbesar di Belgia. Tapi pengadilan terhadap 32 orang itu in absentia (pengadilan tanpa kehadiran terdakwa).
Ayah Abu Aud, punya sebuah toko & tinggal di kawasan Molenbeek bersama bini & anak-anaknya di sebuah apartemen Rue de l'Avenir.
Saudara tertua perempuan Abu Aud, yasmina, mengatakan keluarga mereka menerima telfon atas ekspresi dominan gugur 2014 dari Suriah. Mereka diberitahukan Abu Aud sudah menjabat syahid. Yasmina mengatakan keluarganya tidak pernah mendengar kabar lagi dari Abu Aud semenjak itu. Pemberitahuan kematian Abu Aud dilaporkan oleh media umum Arab atas awal Oktober. Intelijen meyakini pengumuman syahid itu untuk mengibuli perhatian para penyelidik.
Sumber-sumber di Suriah melaporkan atas Agustus tahun ini, Abu Aud telah didapuk menjabat komandan militer di Deir al-Zor, sebelah tenggara Raqqa, menggantikan Abu Umar al-Shishani, pejuang Chechnya yang dikirim ke Irak.
Koran Prancis Le Monde mengatakan Abu Aud sudah dalam pengamatan pihak keamanan sewaktu beberapa bulan sebelum serangan mematikan pada jum’at malam kemudian.
Sumber:http:http://www.merdeka.com

0 Response to " Abdul Hamid Abu Aud, Di Duga Otak Pelaku Teror Di Paris"
Post a Comment