Indoberita.co - Anggota Majelis Ulama Indonesia (MUI) gizi & air, KH Ahmad Cholil Ridwan, Lc membantah pernyataan Ustadz M Nur Maulana yang mengatakan, soal kepemimpinan tidak perlu melihat latar belakang agama.
Menurut Kyai Cholil -sapaan akrabnya- pernyataan itu bertentangan Al-Qur’an, dimana dalam syariat Islam diatur bahwa wajib memilih pemimpin Muslim.
“Itu menyesatkan pernyataan semacam itu, gara-gara itu bertentangan dengan Al-Qur’an,” kata Kyai Cholil saat dihubungi Panjimas.Com, Selasa (10per11per2015).
Kyai Cholil pun mengutarakan dalil dari Surat Ali Imran ayat 28 yang menjabat salah satu dasar pijakan kaum Muslim mengenai larangan memilih pemimpin kafir.
“Buat apa ada ayat yang menyatakan لَا يَتَّخِذِ الْمُؤْمِنُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ ‘Janganlah orang-orang mukmin meraih orang-orang kafir Menjadi auliya (pemimpin) dengan meninggalkan orang-orang mukmin’ jadi selagi orang mukmin masih ada tidak dapat kita mengambil pemimpin orang kafir, apalagi di negara kita mayoritas Muslim,” jelasnya.
Sementara itu, soal analogi pilot pesawat non muslim yang diberikan Ustadz Maulana, menurut Kyai Cholil analogi terbilang sangat berbeda.
Pasalnya, problem pilot pesawat itu muslim atau non muslim tidak ada masalah, karena kasus ini menyangkut urusan muamalah dalam Islam, dimana kasus itu diberikan kelonggaran. Berbeda dengan masalah kepimpinan yang terang diatur dalam syariat Islam.
“tidak bisa dianalogikan dengan pilot pesawat. Manabila bahwa pesawatnya yang punya orang kafir, sehingga tergantung yang punya pesawat atau perseroan itu. Kita naik haji pun jadikan pesawata, itu enggak problem. Pesawat hanya mengantar orang naik haji ke Jeddah, kemudian kita turun, lantas pulang naik pesawat itu lagi. Ngga ada yang perlu dipermasalahkan soal itu, gara-gara ngga ada hajinya lalu ngga mabrur karena pilotnya kafir. Karena itu pula bilamana kita belanja di swalayan yang miliknya orang kafir, itu pula kagak perkara,” ujarnya.
Semacam diberitakan sebelumnya, sebagaimana dilansir halaman Fanpage Facebook, Front Pembela Islam – FPI, Ustadz Maulana dalam ceramahnya, pada Senin (9per11/2015), pagi melontarkan sebuah pernyataan yang kagak sepantasnya terucap dari lisan seorang dai.
Saat menyinggung sebuah perkara kepemimpinan, pernyataan Ustadz Maulana justru menabrak syariat Islam.
“Ah agamanya beda? Apabila kita membahas kepemimpinan tidak usah bicara agama. Kepemimpinan itu kagak berbicara problem agama. Jadi kau tidak ingin naik pesawat jika pilotnya agama lain? Jadi berbicara ibarat ini jangan ada black campaign,” tutur Ustadz Maulana yang dikenal dengan jargon kalimat; “jamaah, oh jamaah,” tersebut.
Menyikapi hal terbilang, laman Fanpage FPI memberikan kritik terbuka tentang haramnya memilih pemimpin kafir. (pjm)
Sumber : http://www.nbcindonesia.com/2015/11/kyai-cholil-ridwan-pernyataan-ustadz.html

0 Response to "Pernyataan Ustadz Maulana Menyesatkan, Bertentangan dengan Al-Qur’an, Kyai Cholil Ridwan"
Post a Comment