Indoberita.co-Rangkaian aksi yang dilancarkan negara Islam Irak dan Syam (ISIS) belom lama ini di Prancis makin menimbulkan tanda tanya, apakah
keterlibatan orang di dalamnya memiliki gangguan jiwa? Kenapa mereka begitu tega menghancurkan satu kaum lain, ataupun bagaimana bisa manusia memiliki rasa keji & nol empati?
Menurut dokter spesialis kebugaran jiwa, Safyuni dari RS Soeharto Heerdjan, ada dua kondisi mental yang memicu gangguan jiwa atas
seseorang merupakan distres dan disfungsi sosial.
"Seseorang yang mudah terjerumus satu peredaran ibarat ISIS belom tidak dapat diragukan lagi terkait dengan gangguan jiwa. Kita bisa periksa dulu apakah dia mengalami distres alias stres yang buruk sehingga membuat orang lain menjabat enggak nyaman baik secara wujud maupun psikis. & apakah dia mengalami disfungsi baik sosial, karier ataupun pendidikan," katanya disaat dihubungi http://health.Liputan6.Com/,Selasa 17/11/2015).Safyuni menerangkan, disaat seseorang Menjadi mudah terpengaruh ataupun terjerumus lingkungannya yang buruk, umumnya memang akan memengaruhi kepribadian. Namun dia menegaskan, integritas itupun tergantung dari pemahamannya.
"karakter manusia dibentuk dari 4 segi, wujud, mental, spiritual & interaksi sosial. Bila salah satu pemahaman mereka salah, maka perlu dikaji ulang apa yang menyimpang darinya," ungkapnya.
Dia menambahkan, penderita gangguan jiwa hampir semua memiliki bibit ataupun stresor yang menciptakan perilakunya berbeda dibandingkan manusia normal lainnya. Buat itulah dia menyarankan siapapun buat peka terhadap mekanisme gangguan jiwa seakan stres yang berkepanjangan alias susah menahan emosi dalam jangka waktu tertentu.
Sumber:http:http://health.liputan6.com/

0 Response to "Pengikut ISIS Dilansir Alami Gangguan Jiwa"
Post a Comment